Sabtu, 27 Maret 2021

Accounting, A Multiparadigmatic Science

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

       Ilmu akuntansi memiliki beberapa pandangan yang digunakan oleh para peneliti. Peneliti kualitatif maupun kuantitatif akan menggunakan hal tersebut sebagai panduan dalam menapaki subjek penelitian. Beberapa hal mungkin merupakan pengabungan antara rasionalisme dan empirisme karena akuntansi merupakan ilmu yang menggunakan pemikiran untuk menganalisis data transaksi akuntansi dalam membuatan laporan keuangan dimana data transaksi akuntansi merupakan hal yang kongkrit dapat di respon oleh panca indera manusia.

       Pertemuan sebelumnya membahas ilmu akuntansi yang digunakan sesuai dengan keperluan dalam suatu profesi tertentu sebagai aspek dalam axiologi atau bagaimana ilmu akuntansi tersebut digunakan. Dalam aspek epistemologi ilmu akuntansi menjabarkan bagaimana langkah langkah atau proses dalam pembuatan suatu laporan keuangan dan bagaimana suatu transaksi saling mempengaruhi dalam suatu laporan keuangan. Dalam aspek ontologi, ilmu akuntansi menjelaskan apa isi atau hal yang di telaah dalam ilmu akuntansi tersebut.

       Ilmu akuntansi terikat pada kaidah atau kode etik ilmu tersebut. Ilmu akuntansi membahas tentang kuantifikasi dan frekuensi yang merupakan data transaksi laporan keuangan. Oleh karena itu, pembahasan panjang terkait perspektif-perspektif akuntansi.

B.    Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat diambil sebagai berikut bagaimana memahami perspektif-perspektif dalam penelitian akuntansi.

 

C.    Maksud Dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari rumusan masalah di atas adalah agar mampu memahami perspektif-perspektif dalam penelitian akuntansi?


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Paradigma Antropologis/Induktif

Contoh dalam paradigma antropologis/Induktif, Ijiri memiliki pendapat bahwa perhatian utama dari akuntansi adalah berfungsinya hubungan-hubungan akuntabilitas di antara pihak-pihak yang berkepentingan. Pengukuran objektifnya adalah kinerja ekonomi dari perusahaan. Berdasarkan atas diskusi yang berkaitan dengan metodologi penelitian dan peranan logika dalam penyusunan teori dan formulasi kebijakan akuntansi, Ijiri menyajikan akuntabilitas sebagai suatu teori deskriptif akuntansi.

Sebagai pembelaan dari paradigmanya dan menyanggah kritik-kritik dari para penganjur biaya saat ini, Ijiri juga menyajikan suatu model aksiomatik dan praktik akuntansi yang sedang berjalan yang mengevaluasi seberapa pentingnya biaya historis jika dilihat dari segi akuntabilitas dan pengambilan keputusan. Littleton mengambil prinsip akuntansinya dari pengamatan praktik akuntansi yang mengevaluasi signifikansi biaya historis dalam akuntabilitas dan pengambilan keputusan.

Para pengajar pembukuan, akuntansi, dan audit menemukan bahwa perlu ditambahkan penjelasan dan justifikasi pada aturan-aturan dan uraian prosedur yang telah terakumulasi. Hal ini dilakukan agar studi yang dilakukan hendaknya lebih daripada sekedar penghapalan aturan-aturan. Karenanya, tepat jika dikatakan bahwa baik metode praktik maupun penjelasan dari teori secara induktif diperoleh dari pengalaman.

Teori yang baik diciptakan melalui praktik dan selain itu, dipersiapkan pula oleh praktik. Akhirnya, di mana ditemukan adanya bukti integrasi ide-ide akuntansi, maka ia akan memperkuat keyakinan bahwa akuntansi memiliki kemungkinan untuk dibangun di dalam sebuah sistem yang terdiri atas penjelasan dan justifikasi yang terkoordinasi mengenai apakah arti dari akuntansi dan ia dapat menjadi apa nantinya.

 

 

 

Gambaran Subjek Permasalahan

Bagi mereka yang menrapkan paradigma antropologis/induktif, subjek permasalahan yang mendasar adalah:

1.          Praktik-praktik akuntansi yang sudah ada

2.          Sikap manajemen terhadap praktik-praktik tersebut.

 

Para pendukung dari pandangan ini menyatakan secara umum bahwa teknik-tekniknya dapat diperoleh dan dijustifikasi berdasarkan atas penggunaan mereka telah teruji atau bahwa manajemen memainkan suatu peranan utama dalam menentukan teknik-teknik yang akan diimplementasikan. Konsekuensinya, tujuan penelitian akuntansi yang dikaitkan dengan paradigma antropologis/induktif adalah untuk memahami, menjelaskan, dan meramalkan praktik-praktik akuntansi yang sudah ada.

Teori

Empat teori dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari paradigma antropologis/induktif, yaitu:

1.       Ekonomi informasi, memberikan kerangka untuk menentukan nilai suatu perubahan informasi dilihat dari sudut pandang individu pengambilan keputusan. Perbedaan yang terdapat pada ekspektasi dua alternatif.

2.       Model analitis/keagenan, adanya kontrak secara sukarela antara manajer sebagai agen dan pemilik modal sebagai prinsipal karena adanya perbedaan kepentingan.

3.       Perataan laba/hipotesis manajemen penghasilan, perataan laba dilakukan oleh manajemen, karena pasar lebih tertarik dengan perusahaan yang memiliki laba yang cenderung rata, dibandingkan yang tidak rata.

4.       Teori positif dari akuntansi, tujuannya untuk meramalkan dan menjelaskan pilihanstandar manajemen melalui analisis biaya-manfaat dari pengungkapan keuangan tertentu dalam hubungannya dengan berbagai individu dan alokasi sumber daya ekonomi. Orang dalam perusahaan akan bertindak secara rasional dan berusaha memaksimalkan kegunaan mereka yang berhubungan dengan kompensasi dan kesejahteraan.

 

Metode

Mereka yang menerapkan paradigma antropologis/induktif cenderung akan menerapkan salah satu dari tiga teknik berikut:

1.       Metode perataan laba, mengamati perilaku variabel yang tidak termasuk dalam biaya penjualan, biaya biasa, dan beban biasa ditambah biaya operasi, perilaku dua objek perataan operasi pendapatan dan pendapatan biasa.

2.       Manajemen penhasilan, berfokus pada penggunaan manajerial akrual diskresioner.

3.       Teori positif, menggambarkan paradigma agensi positif dalam mengembangkan teori akuntansi keuangan yang positif, kelangsungan hidup, dalam prinsip akuntansi yang bertahan akan efisien; efektivitas pasar modal; dan biaya non-zero agency, di mana anggota akuntaansi dapat memengaruhi arus kas.

 

B. Paradigma Laba Sebenarnya/Deduktif

Studi-studi yang memenuhi persyaratan sebagai contoh dari paradigma laba sebenarnya/deduktif adalah hasil karya dari Alexander, Canning, Monitz, Paton, Sprouse dan Moonitz, dan Sweeney. Para penulis tersebut berbagi suatu perhatian pada pendekatan normatif-deduktif terhadap penyusunan suatu teori akuntansi dan dengan pengecualian bagi Alexander, suatu keyakinan bahwa idealnya, laba diukur dengan menggunakan dasar penelitian tunggal akan mampu memenuhi kebutuhan dari semua pengguna.

Para peneliti ini juga sepenuhnya menyetujui pendapat bahwa informasi harga saat ini adalah lebih berguna daripada informasi biaya historis yang konvesnsional bagi para pengguna dalam membuat pengambilan keputusan ekonomi. Paten, misalnya menolak pandangan dari teori kepemilikan atas akun-akun dengan menyatakan ulang teori akuntansi dengan suatu cara konsisten terhadap kondisi dan kebutuhan dari perusahaan bisnis sebagai suatu entitas atau kepribadian yang berbeda. Menurut Paton, akuntansi memainkan ssebuah peranan yang signifikan dan relevan dalam perusahan dan dalam masyarakat.

Gambaran Subjek Permasalahan

Bagi mereka yang menerapkan paradigma laba sebenarnya/deduktif, subjek permasalah yang mendasar adalah:

1.          Penyusunan suatu teori akuntansi berdaasarkan pada pemikiran yang logis dan normatif dan ketegasan konseptual, dan

2.          Suatu konsep laba yang ideal berdasarkan pada metode lain disamping metode biaya historis

 

 

 

Teori

Teori-teori yang muncul dari paradigma laba sebenarnya/deduktif menyajikan definisi dan penilaian laba sebenarnya. Perbedaan antara teori diturunkan dari perbedaan interpretasi konsep laba

Konsep Laba

Konsep laba pertama diperiksa oleh para ekonom, yaitu:

a.     Adam Smith, pendapatan sebagai peningkatan kekayaan. Oleh karena itu, pengukuran kekayaan mendahului pengukuran pengukuran manajemen.

b.     Irving Fisher, pendapatan sebagai rangkaian kejadian yang sesuai dengan keadaan yang berbeda.

 

Konsep Pemeliharaan Modal

Pemeliharaan modal adalah pengembalian modal atau pemulihan biaya dari pengembalian modal atau pendapatan. Modal dapat dinilai dari segi nilai uang atau daya beli. Konsep pemeliharaan modal sebagai berikut:

a.     Pemeliharaan modal finansial, diukur dari segi uang dan dikenal sebagai money amintenance diukur dalam satuan daya beli yang sama.

b.     Pemeliharaan modal fisik diukur dari segi perawatan produktif.

 

Metode

1. Model Penentuan Laba

Perbedaan antara penentuan laba alternatif berasal dari atribut berbeda yang diukur dan unit pengukuran yang digunakan. Pilihan atribut dan unit pengukuran membawa kita pada model penentuan laba berikut ini:

a.       Akuntansi biaya historis mengukur biaya historis dalam satuan uang.

b.       Akuntansi nilai penggantian, mengukur biaya penggantian dalam satuan uang.

c.       Akuntansi nilai realisasi bersih mengukur nilai realisasi bersih dalm satuan uang.

d.       Akuntansi nilai saat ini, mengukur nilai saat ini dalam satuan uang.

e.       Harga umum mengukur biaya historis dalam satuan daya beli.

f.        Tingkat harga umum nilai penggantian mengukur nilai penggantian dalam satuan daya beli.

g.       Tingkat harga umum nilai realisasi bersih mengukur nilai realisasi bersih dalam satuan daya beli.

h.       Tingkat harga umum nilai saat ini, mengukur nilai saat ini dalam satuan daya beli.

 

2. Evaluasi Kriteria

Model penentuan pendapatan yang disajikan didasarkan pada penhindaran kesalahan waktu dan mengukur kesalahan unit dan dievaluasi dalam hal interpretasi dan relevansi.

a.       Kesalahan waktu, terjadi ketka perubahan nilai terjadi pada periode tertentu namun dicatat dan dilaporkan pada periode lain.

b.       Mengukur unit kesalahan terjadi ketika laporan keuangan tidak mengalami pada daya beli umum.

 

3. Akuntansi Biaya Historis

Akuntansi biaya historis dan akuntansi konvensional, didasarkan pada penerapan prinsip-prinsip yang ketat untuk penilaian aset dan penentuan pendapatan. Prinsip ini mencakup penggunaan biaya historis sebagai unsur dari laporan keuangan dengan asumsi unit moneter stabil.

4. Akuntansi Biaya Pengganti

Akuntansi biaya pengganti, ditandai dengan penggunaan biaya pengganti sebagai atribut dari laporan keuangan, dikotomisasi keuntungan memegang yang direalisasikan dan yang belumdirealisasi serta kehilangan.

5. Nilai realisasi Akuntansi

Perhitungan nilai realisasi bersih, dicirikan terutama dengan pengabaian prinsip realisasi, dikotomisasi pendapatan operasional, dan keuntungan/kerugian yang diraih.

6. Tingkat Harga disesuaikan, Akuntansi Biaya Historis

Akuntansi biaya historis yang disesuaikan dengan tingkat harga ditentukan oleh penggunaan biaya historis sebagai atribut elemen laporan keuangan, engunaan daya beli umum sebagai unit pengukuran, prinsip pencocokan, dan prinsip realisasi.

7. Tingkat Harga Disesuaikan, Biaya Penggantian

Akuntansi biaya penggantian, tingkat harga disesuaikan dengan penggunaan biaya penggantian sebagai atribut elemen laporan keuangan, prinsip realisasi, dikotomisasi pendapatan operasional dan realisasi keuntungan dan kerugian yang direalisasikan, dan dikotomisasai keuntungan dan kerugian yang direalisasi riil yang belum direalisasikan.

8. Tingkat Harga Disesuaikan, Nilai Realisasi Bersih Akuntansi

Perhitungan nilai realisasi bersih yang disesuaikan dengan tingkat harga umum dicirikan dengan penggunaan daya beli umum sebagai unit pengukuran, pengabaian prinsip realisasi, dikotomisasi pendapatan operasional dan keuntungan dan kerugian pemegang saham riil, dan dikotomisasi keuntungan dan kerugian riil yang belum terealisasi.

9. Kritik terhadap Paradigma Laba Sebenarnya/Deduktif

Paradigma deduktif dalam akuntansi berusaha memberikan teori normatif penentuan pendapatan dan penilaian aset melalui penalaran deduktif dan bukan analisis empirik dan evolusioner. Pencarian itu akan mencari apa yang seharusnya dilakukan daripada apa adanya dalam pendekatan normatif tidak dilanjutkan tanpa dikritisi. Upaya membuat ketidakpastian relevan dengan dua jala, yaitu kepalsuan keinginan dan alasan pasar.

C. Paradigma Kegunaan Keputusan/Model Keputusan

Chambers adalah salah seorang yang pertama kali mengemukakan mengenai paradigma  kegunaan keputusan/model keputusan ini: Oleh sebab itu, merupakan suatu akibat yang wajar dari asumsi adanya manajemen yang rasional bahwa akan terdapat suatu sistem yang memberikan informasi, di mana sistem semcam itu diminta baik sebagai dasar untuk meninjau konsekuensi-konsekuensi dari keputusan. Sebuah sistem yang memberikan informasi secara formal akan memenuhi kedua dalil di atas.

Hal yang pertama merupakan suatu persyaratan dari sebuah wacana logis. Sistem secara logika hendaknya konsisten; tidak diperbolehkan adanya aturan atau proses yang bertentangan dengan aturan atau proses manapun juga. Dalil yang kedua muncul dari penggunaan laporan akuntansi sebagai suatu dasar untuk pengambilan keputusan dengan konsekuensi praktis. Informasi yang diberikan oleh sistem semacam itu hendaknya relevan dengan jenis keputusan yang diharapkan akan difaslitasi oleh pembuatnya.

Chambers tidak mengejar pandangan mengenai paradigma kegunaan keputusan/model keputusan ini. Ia lebih memilih untuk mendasarkan suatu teori akuntansi berdasarkan atas kegunaan dari “setara kas lancar”, dari pada model-model keputusan dari kelompok-kelompok penggunatertentu. Demikian pula, May menawarkan suatu daftar kegunaan dari akun-akun keuangan tanpa secara eksplisit menerapkan pendekatan model keputusan di dalam formulasi dari suatu teori akuntansi. Menurut May, aku keuangan digunakan sebagai:

1.       Laporan mengenai kepengurusan

2.       Suatu basis bagi kebijakan fiskal

3.       Suatu kriteria mengenai legaitas dari dividen

4.       Suatu pedoman untuk menyandarkan aktivitas dividen

5.       Suatu basis bagi pemberian kredit

6.       Informasi bagi calon investor prospektif

7.       Suatu pedoman mengenai nilai dari investasi yang telah dihasilkan

8.       Bantuan bagi supervisi pemerintah

9.       Suatu basis untuk regulasi tingkat harga

10.    Suatu basis untuk perpajakan

 

Bahkan perkataan yang dilontarkan oleh Beaver, Kennely dan Voss, Sterling dapat dianggap sebagai contoh sejati dari paradigma kegunaan/model keputusan ini. Beaver, Kennely dan Voss mengkaji asal dari kriteria kemampuan peramalan, hubungannya terhadap fasilitasi dari pengambilan keputusan dan kesulitan potensial, yang dikaitkan dengan implementasinya. Menurut kriteria kemampuan peramalan ini, metode alternatifpengukuran akuntansi dievaluasi dengan dilihat dari segi kemampuan yang mereka miliki untuk pengukuran akuntansi dievaluasi dengan dilihat dari segi kemampuan yang mereka miliki untuk meramalkan peristiwa-peristiwa ekonomi.

Ukuran yang memiliki ketentuan peramalanterbesar dalam kaitannya dengan suatu peristiwa tertentu akan dianggap sebagai metode terbaik untuk tujuan tersebut.Kriteria kemampuan peramalan ini disajikan sebagai suatu kriteria tujuan, dalam arti bahwa data akuntansi seharusnya dievaluasi berdasarkan atas tujuan atau kegunaannya yang merupakan : suatu hal yang berlaku umum di dalam akuntansi dalam fasilitas pengambilan keputusan. Kriteria kemampuan peramalan diasumsikan sebagai sesuatu yang relevan, bahkan ketika diterapkan bersama-sama dengan model keputusan berspesifikasi rendah.

Karena peramalan merupakan suatu bagian yang inheren dalam proses pengambilan keputusan, pengetahuan mengenai kemampuan peramalan dan ukuran-ukuran alternatif adalah suatu persyaratan untuk menggunakan kriteria pengambilan keputusan. Dalam waktu yang bersamaan, ia memungkinkan ditariknya kesimpulan sementara sehubungan dengan pengukuran-pengukuran alternatif, yang masih menunggu konfirmasi lebih lanjut ketika nanti model-model pengambilan keputusan akhirnya dapat dinyatakan. Penggunaan kemampuan permalan sebagai suatu kriteria tujuan adalah lebih dari hanya sekedar konsistensi terhadap orientasi pengambilan keputusan dari akuntansi. Ia dapat memberikan isi dari penelitian yang akan membawa akuntansi lebih dekat ke arah sasarannya dalam melakukan evaluasi dilihat dari segi orientasi pengambilan keputusan.

Sterling mengembangkan kriteria yang akan digunakan dalam mengevaluasi beragam ukuran kekayaan dan lab.melihat pertentangan sudut pandang yang terjadi mengenai tujuan dari laporan-laporan akuntansi. Sterling memilih kegunaan sebagai kriteria yang menolak metode pengukuran, dengan menekankan kepentingan yang ia miliki di atas persyaratan-persyaratan lain seperti objektivitas dan verifiabilitas (dapat diuji).

Gambaran Pokok Masalah

Bagi para pengguna paradigma kegunaan keputusan/model keputusan, pokok persoalan daasarnya adalah manfaat informasi akuntansi dalam model keputusan. Informasi yang relevan dengan model atau kriteria keputusan ditentukan dan diterapkan dengan memilih alternatif akuntansi terbaik. Kemanfaatan dalam model keputusan sama dengan model keputusan yang relevan. Sebagai contoh, Sterling menyatakan: Apabila suatu properti dapat ditentukan oleh sebuah model pembuatan keputusan, maka pengukuran terhadap properti tersebut dikatakan relevan (dengan model keputusan). Apabila suatu properti tidak dapat ditentukan oleh sebuah model pembuatan keputusan, maka pengukuran terhadap properti tersebut dikatakan tidak relevan (dengan model keputusan).

Teori

1. Analisis Time-Series

Analisis time series adalah pendektana metodologis struktural dimana dependensi statistik temporal dalam kumpulan data dapat diperiksa. Penelitian analisis time series berfokus pada properti waktu dari laba yang dilaporkan dan masalah prediksi.

2. Prediksi Kebangkrutan

Penerapan yang paling relevan dari pendekatan prediktif adalah usaha yang dilakukan untuk mecari karakteristik yang divalidasi secar emiris yang membedakan secar finansial dengan tertekan dari perusahaan yang tidak berwawasan. Model univariat dan multivariat digunakan untuk membantu auditor memastikan kapan perusahaan mendekati kegagalan.

 

 

3. Prediksi Premium Obligasi dan Peringkat Obligasi

Empat faktor berikut diasumsikan menciptakan risiko obligasi dan akibatnya memengaruhi hasil terhadap jatuh tempo obligasi.

a.     Default Risk: ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi sebagian atau seluruh pembayaran bunga dan pokok obligasi.

b.     Marketability risk: kemungkinan harus membuang obligasi dengan kerugian.

c.     Purchasing power risk: kerugian yang ditimbulkan oleh pemegang obligasi akibat perubahan tingkat harga umum.

d.     Interest rate risk: pengaruh perubahan tak terduga suku bunga terhadap nilai pasar obligasi.

 

4. Perilaku Restrukturisasi Perusahaan

Restrukturisasi perusahaan secara internasional juga mencakup merger, konsolidasi, divestasi, transaksi pribadi, pengaruh buy-out, dan spin-off, yang ditujukan untuk memaksimalkan nilai pasar dari ekuitas yang dimilki oleh pemegang saham yang ada atau memaksimalkan kesejahteraan menajemen yang ada.

5. Keputusan Kredit dan Pinjaman Bank

Keputusan perdagangan dan pemberian pinjaman merupakan contoh lain dari peristiwa ekonomi yang dapat dijelaskan dan/atau diprediksi berdasarkan informasi akuntansi dan informasi keuangan lainnya. Keputusan pemberian pinjaman bak juga menjadi subjek penlitian empiris dan prediktif. Tiga bidang penelitian dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a.     Membahas upaya untuk mensimulasikan aspek proses investasi dan pemberian pinjaman bank.

b.     Memprediksi keputusan klasifikasi pinjaman.

c.     Memperkirakan dan memprediksi tekanan keuangan bank umum.

 

6. Peramalan Informasi Laporan Keuangan

Karena analis keamanan berfokus pada lingkungan A.S., akuntansi manajemen danmanajer keuangan perusahaan multinasional mungkn bergantung pada usaha mereka sendiri untuk meramalkan perusahaan lain dan mmberikan perkiraan pendapatan mereka sendiri. Pilihan teknik mereka adalah mekanis atau nonmekanis dan univariat atau multivariat.

 

Metode

Para pengguna paradigma cenderung untuk tergantung pada teknik-teknik empiris dalam menentukan kemampuan prediktif dari elemen-elemen informasi yang terpilih. Pendekatan yang umumnya digunakan dalam analisis diskriminan untuk mengelomokkannya dalam suatu bentuk kelompok dari sejumlah kelompok yang ada sebelumnya, tergantung pada karakteristik keuangan perusahaan secara individual.

D. Paradigma Kegunaan Keputusan/Pengambil Keputusan/Perilaku Pasar Agregat

Karya Gonedes dan Dopuch adalah contoh dari paradigma ini. Dalam tulisannya yang bersifat pelopor, Gonedesmengembangkan ketertarikan dalam kegunaan keputusan dari respon pengguna secara individual ke respon pasar secara keseluruhan. Dengan berpendapat bahwa respon pasar terhadapa perhitungan akuntansi akan mengarahkan penilaian kandungan informasi perhitungan tersebut, serta terhadap prosedur yang digunakan untuk membuat informasi tersebut. Gonedes mengembangkan model paradigma pasar secara keseluruhan yang menyatakan bahwa prosedur perhitungan akuntansi memiliki kandungan informasi yang dinyatakan oleh respon pasar.

Untuk membalas argumen bahwa prosedur yang digunakan untuk menghasilkan perhitungan tersebut mungkin dipengaruhi oleh ketidakefisienan pasar dan bahwa respon penerima informasi mungkin akan terkondisikan pada perhitungan akuntansi dengan cara tertentu. Gonedes berpendapata bahwa apabila kedua kondisi tersebut benar, kesempatan bagi siapa saja yang dapat memeroleh informasi tersebut untuk mendapat abnormal return akan disajikan sebagai dasar untuk mematikan paradigma pasar dalam hubungannya dengan konsep pasar modal yang efisien.

Dalam tulisannya yang memeroleh penghargaan, Gonedes dan Dopuch menyajikan suatu kerangka teoritis untuk menilai prosedur dan pengaruh dari akuntansi alternatif yang disenangi. Pendekatan mereka menekankan pada penggunaan harga saham oleh pemiliki. Gonedes dan Dopuch menyimpulkan bahw analisis yang didasarkan pada harga akan memadai untuk menilai pengaruh prosedur akuntansi alternatif. Kesimpulan ini, terutama didasarkan pada kasus kegagalan pasar, dimana pada kasus tersebut informasi untuk kepentingan umum tidak dapat dipisahkan dari nonpurchaser. Pada sejumlah kasus, harga saham perusahaan tidak dapat digunakan untuk menilai keunggulan prosedur atau peraturan akuntansi alternatif. Diantara kegagalan pasar yang mungkin terjadi isu seleksi yang bersifat merugikan. Contoh lainnya adalah pengaruh informasi pada kelengkapan pasar dan pengaturan distribusi risiko yang efisien. Gonedes dan Dopuch juga mencatat bahwa sejumlah kritik didasarkan pada efisiensi pasar modal tentang penilaian pengaruh apabila mereka melakukan penilaian terhadap keunggulannya.

Suatu bentuk karya kontemporer yang dilakukan Beaver juga dipandang sebagai contoh yang patut diikuti dalam paradigma kegunaan keputusan. Beaver mengeluarkan isu tentang pentingnya hubungan antara data akuntansi dan perilaku sekuritas. Hal ini patut dipikirkan karena Beaver berpendapat bahwa sistem informasi yang optimal bagi investor dapat dipilih tanpa pengetahuan bagaimana data akuntansi dimasukkan dalam harga, karena harga ini menentukan kesejahteraan dan akibat kesejahteraan dari keputusan investasi individu dalam banyak periode.

Gambaran Pokok Masalah

Bagi para pengguna pardigma ini, pokok masalah sesungguhnya adalah respon pasar secara keseluruhan terhadap variabel-variabel akuntansi. Para penulis diatas, berpendapat bahwa manfaat keputusan secara umum dalm variabel akuntansi dapat diperoleh dari perilaku pasar secara keseluruhan, atau seperti yang disajikan oleh Gonedes dan Dopuch, hanya pengaruh prosedur akuntansi alternatif atau spekulasi yang dpaat dinilai dari perilaku pasar secara keseluruhan. Menurut Gonedes dan Dopuch, pemilihan sistem informasi akuntansi ditentukan oleh perilaku pasar secara keseluruhan.

Teori

Hubungan antara peril;aku pasar agregat dan variabel akuntansi didasarkan pada teori mengenai:

1.          Model pasar efisien, secar umum diasumsikan bahwa pasar sekuritas efisien. Sebuah pasar yang berada dalam ekuilibrium secara terus menerus, sehingga nilai intrinsik dan nilai pasar sekuritas selalu sama.

2.          Capital Asset Pricing Model, menentukan hubungan antara tingkat pengembalian yang diharapkan dan hargas saham individual yang bersangkutan.

3.          Arbitary Pricing Theory, mengasumsikan bahwa pengembalian keamanan terkait dengan sejumlah faktor yang tidak diketahui. Model multifaktor akan menjadi paradigma agregat perilaku pasar dan teori ekuilibrium harga opsi.

 

 

 

Metode

1. Model Pasar

Model pasar menegaskan bahwa pengembalian setiap keamanan berhubungan secara linear dengan tingkat pengembalian pasar. Model ini telah digunakan dalam kebanyakan penelitian yang mengevaluasi hubungan antara pengembalian pasar dan pengembalian akuntansi

2. Estimasi Beta

Perkiraan risiko sistematis atau beta pada dasarnya diperlukan untuk penelitian yang menguji dampak pasar dari informasi akuntansi, dan asosiasi beta dengan indikator berbasis akuntansi. Karena potensi masalah ekonometrik kesalahan dalam model pasar diperkirakan ada beberapa koreksi yang diperlukan

3. Metodologi Penelitian Peristiwa

Metodologi penelitian peristiwa digunakan untuk mempelajari efek kekayaan pemegang saham setelah pengumuman sebuah peristiwa.

4. Model Valuasi Ohlson

Model ini, mealkukan penilaian pasar ekuitas perusahaan dengan fungsi linear dan stokastik dari nilai buku ekuitas, pendapatan lancar, dividen lancar, dan variabel yang mewakili faktor lain yang relevan.

5. Model Keseimbangan Tingkat Harga

Model ini berfokus pada hubungan antara nilai ekuitas dan nilai buku

6. Isi Informasi Laba

Isi informasi penghasilan umumnya diuji oleh hubungan antara tingkat pengembalian keamanan dan pendapatan tak terduga.

7. Model Hubungan Penghasilan dan Laba

Dua model hubungan antara laba dan imbal hasil telah digunakan dalam penelitian.

a.     Model A, mendasarkan asosiasi pengembalian dan pendapatan pada model valuasi buku.

b.     Model B, mendasarkan asosiasi laba dan laba pada model penilaian laba.

 

Evaluasi Pasar Berdasarkan Penelitian Akuntansi

1. Penelitian Isi Informasi

Penelitian ini menggunkana kontribusi informasi marjinal dari sinyal akuntansi untuk menguji penentuan perilaku pengembalian keamanan. Pendekatan yang digunakan adalah untuk memriksa apakah pengumuman beberapa peristiwa menghasilkan perubahan karakteristik distribusi pengembalian saham.

2. Perbedaan Sukarela dan Perubahan dalam Teknik Akuntansi

Penelitian ini mengkaji dampak perbedaan dan perubahan pada investor. Masalahnya adalah apakah pasar itu hebat, tidak dibodohi oleh perbedaan akuntansi.

3. Dampak Pasar dari Regulasi Akuntansi

Penelitian ini berkaitan dengan efek pasar terhadap aturan akuntansi. Efek penelitian yang disorot di bidang ini berfokus pada akuntansi bisnis, minyak dan gas, dan biaya penggantian.

4. Dampak Disiplin Berkaitan

Dampak disiplin berkaitan mencakup implikasi bukti pelaporan keuangan dan kecukupan metodologi yang digunakan (bukti anomali mengenai efisiensi pasar, variabel seleksi diri dan variabel yang dihilangkan, efek membingungkan, waktu dampak pasar modal, dan pilihan kelompok pengendalian).

 

E. Paradigma Kegunaan Kepuusan/Pengambil Keputusan/Pengguna Individu

Bruns mengajukan hipotesis bahwa hubungan pemakaian informasi akuntansi dan informasi akuntansi yang relevan dengan konsep pembuatan keputusan akuntansi; serta informasi lain yang tersedia untuk memengaruhi keputusan. Karya William Bruns mungkin dapat dipertimbangkan sebagai contoh paradigma ini. Hipotesis ini juga dikembangkan dalam sebuah model yang mengidentifikasi dan menghubungkan sejumlah faktor yang dapat menentukan kapan suatu keputusan dipengaruhi oleh sistem dan informasi akuntansi. Penelitian dalam bidang akuntansi keperilakuan merupakan penelitian tentang bagaimana fungsi dan pelaporan akuntansi memengaruhi perilaku akuntan dan bukan akuntan.

Gambaran Pokok Masalah

Bagi mereka yang mengarapkan paradigma kegunaan keputusan/engambil keputasan/pengguna individu, subjek permasalahn yang mendasar adalah respon dari pengguna individu terhadap variabel akuntansi. Para pendukung paradigma ini berpendapat bahwa secara umum manfaat variabel akuntansi. Para pendukung paradigma ini berpendapat bahwa secara umum manfaat variabel akuntansi terhadap pembuatan keputusan dapat dilihat dari sudut perilaku manusia. Dengan kata lain, akuntansi dipandang sebagai proses keperilakuan. Tujuan penelitian akuntansi keperilakuan adalah untuk memahami, menguraikan, dan memprediksi perilaku manusia dalam hubungannya dengan akuntansi. Paradigma ini berhubungan dengan kepentingan penggunaa akuntansi secara internal, prosedur dan penilai informasi, serta masyarakat umum atau perwakilannya.

Teori

1. Relativisme Kognitif dalam Akuntansi

Esensi relativisme kognitif dalam akuntansi adalah adanya proses kognitif yang diasumsikan membimbing proses penghakiman/keputusan. Model ini menunjukkan bahwa penilaian dan keputusan yang dibuat tentang fenomena akuntansi adalah produk dari satu operasi kognitif sosial yang mencakup pengamatan informasi mengenai fenomena akuntansi dan informasi skema yang disimpan dalam ingatan dan kemudian diambil untuk memungkinkan pembentukan penilaian dan atau keputusan saat dibutuhkan.

2. Relativisme Budaya dalam Akuntansi

Relativisme budaya menyatakan bahwa budaya membentuk fugsi kognitif individu yang dhadapi dengan fenomena akuntansi atau auditing. Budaya bisa menjadi otak dalam penelitian akuntansi.

3. Pengaruh Keperilakuan dari Informasi Akuntansi

Gagasan bahwa informasi akuntansi, dalam hal isi dan formatnya mungkin berdampak pada pengambilan keputusan individu, walaupun mungkin dan mudah diterima, menyarankan jalan penelitian untuk perbaikan sistem akuntansi dan pelaporan. Oleh karena itu, penelitian di bidang ini telah meneliti model pelaporan alternatif dan praktik pengungkapan untuk melakukan penilaian yang ada dalam kaitannya dengan relevansi dan dampak perilaku.

 

 

4. Model Pemrosesan Informasi yang Berhubungan dengan Manusia

Ketertarikan pada pemrosesan informasi manusia muncul dari keinginan untuk memperbaiki baik kumpulan informasi yang disampaikan kepada pengguna data keuangan dan kemampuan pengguna tersebut untuk menggunakan informasi tersebut. Teori dan model menyediakan alat untuk mengubah isu akuntansi menjadi isu pemrosesan informsi generik. Ada tiga komponen utama informasi:

a.       Input, fokus pada variabel yang memengaruhi cara orang memproses informasi untuk pengambilan keputusan.

b.       Proses, fokus pada variabel yang memengaruhi pengambil keputusan.

c.       Output, fokus pada variabel yang berkaitan dengan penilaian, prediksi, atau keputusan yang memengaruhi cara pengguna memproses informasi.

 

5. Relativisme Linguistik dalm Akuntansi

Akuntansi dapat digambarkan sebagai bahas mengingat adanya dua komponen representasi simbolis dan karakteristik gramatikal. Hasil penelitian akuntansi perilaku awal berusaha untuk memeriksa makna konotasi dan denotasi dari kendala dan menyelidiki perbedaan persepsi.

6. Fungsional dan Fiksasi Data

Fiksasi fungsional dalam akuntansi menunjukkan bahwa dalam keadaan tertentu, pembuat keputusan tidak dapat menyesuaikan proses pengambilan keputusannya dengan perubahan yang ada dalam proses akuntansi. Fiksasi fungsional berasal dari konsep psikologi yang muncul dari investigasi dampak pengalaman masa lalu terhadap perilaku manusia.

7. Induktasi Informasi

Induktasi informasi berarti perilaku individu diperngaruhi oleh informasi yang sama yang diminta untuk diproduksi dan dikomunikasikan. Fenomena induktansi akuntanso dipengaruhi dalam situasi dengan informasi baik melalui penggunaan informasi ketika individu tersebut adalah pengguna maupun melalui induktansi informasi ketika individu adalah produsen informasi.

8. Organisasi dan Slack Anggaran

Kelonggaran organisasi dan kelonggaran anggaran adalah dua konstruksi hipotesis untuk menjelaskan fenomena organisasi yang lazim dalam semua bentuk organisasi.

 

9. Pendekatan Kontinjensi dalam Rancangan Sistem Akuntansi

Pendekatan teori kontinjensi terhadap perancangan sistem akuntansi mengasumsikan bahwa strategi umum yang berlaku untuk semua organisasi tidak ada. Asumsinya, perancangan komponen variasi sistem akuntansi bergantung pada kompetensi spesifik yang dapat menciptakan sebuah kecocokan yang sempurna. Hal ini merupakan keseuaian kesempurnaan antara kontinjensi spesifik dan berbagai karakteristik sistem akuntansi. Sampai saat ini, formulasi kontinjensi sudah mempertimbangkan dampak teknologi, struktur organisasi dan teori.

 

10. Anggaran Partisipatif dan Kinerja

Partisipasi dalam anggaran memerlukan keterlibatan bawahan dalam menetapkan standar yang memengaruhi operasi dan penghargaan mereka. Manfaat penganggaran partisipatif adalah hal ini akan memperbaiki sikap, produktivitas, dan kinerja.

Metode

Para pengguna paradigma ini cenderung untuk menggunakan seluruh metode yang disukai oleh para ahli keperilakuan-teknit pengamatan, wawancara, dan kuesioner serta eksperimen merupakan metode yang banyak digunakan. Hal ini juga merupakan awal yang baik untuk suatu proses pengakuan.


 

KESIMPULAN

Paradigma antropologis/Induktif berpendapat bahwa perhatian utama dari akuntansi adalah berfungsinya hubungan-hubungan akuntabilitas di antara pihak-pihak yang berkepentingan. Pengukuran objektifnya adalah kinerja ekonomi dari perusahaan.

Paradigma laba sebenarnya/deduktif  berbagi suatu perhatian pada pendekatan normatif-deduktif terhadap penyusunan suatu teori akuntansi dan dengan pengecualian, keyakinan bahwa idealnya, laba diukur dengan menggunakan dasar penelitian tunggal akan mampu memenuhi kebutuhan dari semua pengguna. Para peneliti ini juga sepenuhnya menyetujui pendapat bahwa informasi harga saat ini adalah lebih berguna daripada informasi biaya historis yang konvesnsional bagi para pengguna dalam membuat pengambilan keputusan ekonomi.

Paradigma  kegunaan keputusan/model keputusan berpendapat bahwa akuntansi merupakan suatu akibat yang wajar dari asumsi adanya manajemen yang rasional bahwa akan terdapat suatu sistem yang memberikan informasi, di mana sistem semcam itu diminta baik sebagai dasar untuk meninjau konsekuensi-konsekuensi dari keputusan. Sebuah sistem yang memberikan informasi secara formal akan memenuhi kedua dalil di atas. Hal yang pertama merupakan suatu persyaratan dari sebuah wacana logis.

Sistem secara logika hendaknya konsisten; tidak diperbolehkan adanya aturan atau proses yang bertentangan dengan aturan atau proses manapun juga. Dalil yang kedua muncul dari penggunaan laporan akuntansi sebagai suatu dasar untuk pengambilan keputusan dengan konsekuensi praktis. Informasi yang diberikan oleh sistem semacam itu hendaknya relevan dengan jenis keputusan yang diharapkan akan difaslitasi oleh pembuatnya.

Paradigma keputusan dari respon pengguna secara individual berpendapat bahwa respon pasar terhadap perhitungan akuntansi akan mengarahkan penilaian kandungan informasi perhitungan tersebut, serta terhadap prosedur yang digunakan untuk membuat informasi tersebut.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Riahi, Ahmed.1990. Accounting, A Multiparadigmatic Science. British Library Cataloguing.United States of America

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ASPEK TEORI KONTINJENSI DALAM AKUNTANSI KEPERILAKUAN

  Teori Kontinjensi Menurut teori, sistem yang terbuka pada suatu perusahaan sangat berkaitan dengan interaksi untuk penyesuaian dan penge...