Sabtu, 27 Maret 2021

Tinjauan Ontologis, Epistemologis, Aksiologis terhadap Akuntansi

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

       Ilmu akuntansi merupakan pengabungan antara rasionalisme dan empirisme karena akuntansi merupakan ilmu yang menggunakan pemikiran untuk menganalisis data transaksi akuntansi dalam membuatan laporan keuangan dimana data transaksi akuntansi merupakan hal yang kongkrit dapat di respon oleh panca indera manusia.

       Ilmu akuntansi digunakan sesuai dengan keperluan dalam suatu profesi tertentu sebagai aspek dalam axiologi atau bagaimana ilmu akuntansi tersebut digunakan. Dalam aspek epistemologi ilmu akuntansi menjabarkan bagaimana langkah langkah atau proses dalam pembuatan suatu laporan keuangan dan bagaimana suatu transaksi saling mempengaruhi dalam suatu laporan keuangan. Dalam aspek ontologi, ilmu akuntansi menjelaskan apa isi atau hal yang di telaah dalam ilmu akuntansi tersebut.

       Ilmu akuntansi terikat pada kaidah atau kode etik ilmu tersebut. Ilmu akuntansi membahas tentang kuantifikasi dan frekuensi yang merupakan data transaksi laporan keuangan. Oleh karena itu, pembahasan panjang terkait akuntansi perlu kiranya dilakukan dengan membahas tinjauan dasar ontologi dalam ilmu akuntansi.

B.    Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat diambil sebagai berikut :

1.     Apakah yang dimaksud dengan akuntansi?

2.     Bagaimana tinjauan ontologis, epistemologis, dan aksiologis terhadap akuntansi?

C.    Maksud Dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari rumusan masalah di atas adalah :

1.     Agar mampu memahami definisi akuntansi?

2.     Agar mengetahui tinjauan ontologis, epistemologis, dan aksiologis terhadap akuntansi?


 

BAB II

PEMBAHASAN

1.       Aspek Ontology Dalam Ilmu Akuntansi

 

Ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu, ontos yang berarti hakikat,being, atau, science. Definisi lain terkait ontology diungkapkan oleh Siswomihardjo dalam Anggoro (2010:255) bahwa ontologi ilmu meliputi apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah yang tidak terlepas dari persepsi filosifis tentang apa dan bagaimana yang ada itu. Sehubungan dengan definisi ontologi tersebut, maka dapat dikaitkan dengan hakikat ilmu akuntansi dan bagaimana seharusnya akuntansi? .

Pengertian Akuntansi

Akuntansi memiliki definisi yang beragam. Sebagian besar mendefnisikan akuntansi sebagai proses penyusunan informasi keuangan. Akuntansi berasal dari bahasa Inggris yakni, Accounting yang dalam bahasa Indonesia berarti menghitung atau mempertanggungjawabkan.

Dalam Anggoro (2010:255), Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data, transaksi, serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya, mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta kebutuhan informasi untuk tujuan lainnya.

American Accounting Association (AAA) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk menmungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

 

 

Fungsi Akuntansi dalam Bisnis

       Akuntansi memiliki fungsi sebagai alat untuk memberikan informasi keuangan kepada para pengguna informasi tersebut. Akuntansi juga sebagai alat pertanggungjawaban kepada para pemegang saham dan pihak lainnya. Laporan yang dihasilkan dalam akuntansi meliputi: Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Sejarah Akuntansi

       Akuntansi berkembang secara bertahap dari masa ke masa. Akuntansi dimulai sejak zaman ditemukan uang sebagai alat pembayaran. Saat itu, penggunaan daun lontar sebagai media pencatatan masuknya uang, timbulnya utang-piutang, serta transaksi-transaksi lainnya. Naskah penggunaan daun lontar ditemukan di negara Mesir, tepatnya di Babilonia pada tahun 3600 SM. Penggunaan angka romawi mulai mengalami kesulitan hingga akhirnya menggunakan angka arab (angka desimal) yang lebih fleksibel penggunaannya. Evolusi akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) oleh pedagang dari Venesia. Konsep pencatatan transaksi dalam dua sisi yaitu debit (debere) dan kredit (credere) dan selalu dalam keadaan seimbang.

Akuntansi yang menggunakan angka Arab diperkenalkan oleh seorang pendeta Luca Pacioli dalam bukunya yang berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalia. Konsep ini kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris sehingga berkembang pesat di benua Eropa dan benua Amerika.

Pada abad ke – 20, perkembangan akuntansi keuangan bergeser ke wilayah Amerika yang memiliki pertumbuhan ekonomi sangat pesat. Sejalan dengan perkembangan teknologi, seperti program-program akuntansi berkomputer semakin banyak.

2.       Aspek Epistemology Dalam Ilmu Akuntansi

Dalam aspek epistemology ilmu akuntasi menggunakan berbagai matode sesuai kebutuhannya. Contohnya matode induktif digunakan pada saat pengambilan keputusan dengan melihat laporan tersebut, pihak berwenang akan menyimpulkan langkah apa yang akan di ambil. Matode positivism digunakan ketika akan membuat sebuah laporan keuangan harus menggunakan data yang ada atau yang te;ah di ketahui degas bukti yang akurat berupa nota, dll.

Perbedaan antara pembukuan dan akuntansi yaitu proses akuntansi memasukkan fungsi fungsi pembukuan sedangkan pembukuan hanya melibatkan pencatatan peristiwa ekonomi. Jadi pembukuan merupakan bagian dari proses akuntansi.

Akuntansi di bagi menjadi akuntansi keuangan (bidang akuntansi yang menyediakan informasi keuangan dan perekonomian bagi investor, kreditor dan pengguna eksternal lainnya) dan akuntansi managerial (bidang akuntansi yang menyediakan informasi keuangan dan perekonomian bagi para manajer dan pengguna internal lainnya)

 

Hal hal yang di perhatikan dalam menganalisi sebuah transaksi, adalah

·       Setiap transaksi dianalisis berdasarkan pengaruhnya pada 3 komponen (asset, kewajiban dan ekuitas pemilik) dalam persamaan akuntansi dasar dan jenis jenis hal spesifik dalam setiap komponen.

·       Dua sisi persamaan harus selalu sama atau seimbang, yaitu sisi asset dan sisi kewajiban di tambah ekuitas pemilik.

·       Penyebab terjadinya setiap perubahan dalam klaim pemilik atas asset di tunjukkan dalam ekuitas pemilik

Persamaan akuntansi dasar adalah asset = kewajiban + ekuitas pemilik.  

 

3.       Aspek Axiology Dalam Ilmu Akuntansi

 

Dalam ilmu akuntansi, Hal yang menjadi alasan etika menjadi salah satu konsep bisnis yang mendasar, yaitu karena Etika adalah standar perilaku yang menjadi penilaian benar atau salahnya suatu tindakan. Sehingga tiap individu dapat melakukan aktivitasnya secara efektif dan menghindari penyimpangan yang terjadi dalam suatu bisnis perusahaan tersebut.

 

Pengguna data akuntansi yaitu

·       pengguna internal informasi akuntansi, yaitu para manajer (manajer pemasaran, supervisor produksi, direktur keuangan, dan pejabat perusahaan) yang merencanakan, mengorganisasikan, dan mengelola bisnis. Mereka bertanggung jawab atas ketersediaan kas untuk membayar tagihan, memprediksi biaya produksi untuk tiap unit produksi, memperkirakan peluang terjadinya kenaikan gaji bagi karyawan dalam satu tahun periode, dan menganalisis produk apa yang menguntungkan untuk di produksi perusahaan tersebut. Laporan laporan keuangannya adalah laporan perbandingan keuangan dari alternative operasional, proyeksi laba dari suatu event penjualan perusahaan tersebut, prediksi kebutuhan kas untuk tahun periode selanjutnya.

·       pengguna eksternal informasi akuntansi, yaitu para investor ( pemilik perusahaan menggunakan informasi akuntansi untuk membuat keputusan membeli, menahan atau menjual sahamnya ), para kreditor ( pemasok atau banker menggunakan informasi akuntansi untuk mengevaluasi resiko pemberian kredit atau pinjaman ). Mereka bertanggung jawab terhadap masalah berupa besarnya laba yang didapat oleh perusahaan tersebut, membandingkan ukuran dan jumlah keuntungan degas pesaingnya, memperkirakan kemampuan perusahaan dalam pelunasan utang utangnya saat jatuh tempo.

 

Manfaat akuntansi (hal yang relevan) dalam suatu pekerjaan adalah :

·       Akuntan swasta meliputi akuntan umum (mencatat transaksi setiap hari dan membuat laporan keuangan/ informasi lain yang berkaitan), akuntan biaya (menentukan biaya dalam memproduksi suatu produk tertentu), penganggaran (menguantifikasi sasaran pendapatan, harga pokok penjualan, dan beban operasi), system informasi akuntansi (merancang system pemrosesan data secara manual atau komputerisasi), audit internal (meninjau operasi perusahaan agar sesuai degas kebijakkan manajemen dan mengevaluasi efisiensi operasi).

·       Akuntan nirlaba membutuhkan pelaporan dan pengendalian keuangan yang baik agar dapat menyinambungkan dukungan yang akan diberi.

·       manajemen umum membutuhkan pemahaman akan ilmu akuntansi untuk pengambilan keputusan bijak bagi perusahaannya.

·       Pemasaran membutuhkan pemahaman akan ilmu akuntansi untuk memahami strategi yang menentukan keberhasilan tenaga penjualan dan melakukan kuantifikasi terhadap biaya dan keuntungan.

·       Akuntan public melibatkan pengauditan untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan dan menyaktakan opini mengenai kewajaran penyajian suatu laporan keuangan.

·       Perpajakan (otoritas perpajakkan, akuntan pajak) melakukan perencanaan pajak perusahaan dan pemberian saran perpajakkan, membuat surat setoran pajak, dan mewakili klien ketika bertemu pegawai di kantor pajak.

·       Konsultasi manajemen melakukan pembuatan system akuntansi dasar untuk membantu perushaan dalam mengambil keputusan.

·       Keuangan (banker, penganalisis investasi, pialang saham) membutuhkan pemahaman ilmu akuntansi untuk nmemeriksa dan menganalisis laporan laporan keuangan.

·       Real estat (makelar/ penjual properti) membutuhkan pemahaman ilmu akuntansi untuk memahami angka angka terkait dan masalah berupa apakah pembeli dapat melakukan pembayaran ke bank?, apakah arus kas suatu property industry dapat di benarkan harga pembeliannya?, dan apakah manfaat pajak bagi pembeli?.

·       Kelompok lain yang menggunakan informasi akuntansi adalah badan badan pembuat peraturan, pelanggan, serikat pekerja, dan perencana perekonomian.


 


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

            Akuntansi berkembang menjadi penelitian yang lebih inovatif Sebagian besar mendefnisikan akuntansi sebagai proses penyusunan informasi keuangan. Akuntansi berasal dari bahasa Inggris yakni, Accounting yang dalam bahasa Indonesia berarti menghitung atau mempertanggungjawabkan. Hirarki ilmu akuntansi pun berkembang dari sesuatu yang konvensional menjadi teknologi pencatatan yang menunjang kinerja suatu organisasi.

       Perkembangan akuntansi dari masa ke masa dilihat dari sisi pragmatisme pada proses tersebut. Hal ini juga didukung dengan pengembangan ilmu akuntansi yang memberikan kemudahan bagi pengelola dan penggunanya. Perkembangan ilmu akuntansi sejatinya juga harus didukung dengan nilai-nilai normatif manusia agar tidak memisahkan paradigma universalitas manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Lindrianasari dan Luciana Spica Almilia.2010.Filsafat Ilmu dan Akuntansi. Penerbit Kanisius.Yogyakarta

Siswomihardjo, Koento, W. Sejarah Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni: Suatu Tinjauan dari Perspektif Filosofis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ASPEK TEORI KONTINJENSI DALAM AKUNTANSI KEPERILAKUAN

  Teori Kontinjensi Menurut teori, sistem yang terbuka pada suatu perusahaan sangat berkaitan dengan interaksi untuk penyesuaian dan penge...