BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ilmu akuntansi merupakan
pengabungan antara rasionalisme dan empirisme karena akuntansi merupakan ilmu
yang menggunakan pemikiran untuk menganalisis data transaksi akuntansi dalam
membuatan laporan keuangan dimana data transaksi akuntansi merupakan hal yang
kongkrit dapat di respon oleh panca indera manusia.
Ilmu akuntansi digunakan
sesuai dengan keperluan dalam suatu profesi tertentu sebagai aspek dalam
axiologi atau bagaimana ilmu akuntansi tersebut digunakan. Dalam aspek
epistemologi ilmu akuntansi menjabarkan bagaimana langkah langkah atau proses
dalam pembuatan suatu laporan keuangan dan bagaimana suatu transaksi saling
mempengaruhi dalam suatu laporan keuangan. Dalam aspek ontologi, ilmu akuntansi
menjelaskan apa isi atau hal yang di telaah dalam ilmu akuntansi tersebut.
Ilmu akuntansi terikat pada
kaidah atau kode etik ilmu tersebut. Ilmu akuntansi membahas tentang
kuantifikasi dan frekuensi yang merupakan data transaksi laporan keuangan. Oleh
karena itu, pembahasan panjang terkait akuntansi perlu kiranya dilakukan dengan
membahas tinjauan dasar ontologi dalam ilmu akuntansi.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diambil
sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan
akuntansi?
2. Bagaimana tinjauan ontologis,
epistemologis, dan aksiologis terhadap akuntansi?
C.
Maksud
Dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari rumusan masalah di atas
adalah :
1. Agar mampu memahami definisi
akuntansi?
2. Agar mengetahui tinjauan ontologis,
epistemologis, dan aksiologis terhadap akuntansi?
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Aspek Ontology Dalam Ilmu Akuntansi
Ontologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu, ontos yang
berarti hakikat,being, atau, science. Definisi lain terkait ontology
diungkapkan oleh Siswomihardjo dalam Anggoro (2010:255) bahwa ontologi ilmu
meliputi apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren
dengan pengetahuan ilmiah yang tidak terlepas dari persepsi filosifis tentang
apa dan bagaimana yang ada itu. Sehubungan dengan definisi ontologi tersebut,
maka dapat dikaitkan dengan hakikat ilmu akuntansi dan bagaimana seharusnya
akuntansi? .
Pengertian Akuntansi
Akuntansi memiliki
definisi yang beragam. Sebagian besar mendefnisikan akuntansi sebagai proses
penyusunan informasi keuangan. Akuntansi berasal dari bahasa Inggris yakni, Accounting yang dalam bahasa Indonesia
berarti menghitung atau mempertanggungjawabkan.
Dalam Anggoro (2010:255), Akuntansi adalah suatu
proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data,
transaksi, serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat
digunakan oleh orang yang menggunakannya, mudah dimengerti untuk pengambilan
suatu keputusan serta kebutuhan informasi untuk tujuan lainnya.
American
Accounting Association (AAA) mendefinisikan akuntansi
sebagai suatu proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi
ekonomi, untuk menmungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan
tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
Fungsi Akuntansi dalam Bisnis
Akuntansi
memiliki fungsi sebagai alat untuk memberikan informasi keuangan kepada para
pengguna informasi tersebut. Akuntansi juga sebagai alat pertanggungjawaban
kepada para pemegang saham dan pihak lainnya. Laporan yang dihasilkan dalam
akuntansi meliputi: Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Perubahan Ekuitas,
Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Sejarah Akuntansi
Akuntansi
berkembang secara bertahap dari masa ke masa. Akuntansi dimulai sejak zaman
ditemukan uang sebagai alat pembayaran. Saat itu, penggunaan daun lontar
sebagai media pencatatan masuknya uang, timbulnya utang-piutang, serta
transaksi-transaksi lainnya. Naskah penggunaan daun lontar ditemukan di negara
Mesir, tepatnya di Babilonia pada tahun 3600 SM. Penggunaan angka romawi mulai
mengalami kesulitan hingga akhirnya menggunakan angka arab (angka desimal) yang
lebih fleksibel penggunaannya. Evolusi akuntansi terjadi bersamaan dengan
ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double
entry bookkeeping) oleh pedagang dari Venesia. Konsep pencatatan transaksi
dalam dua sisi yaitu debit (debere)
dan kredit (credere) dan selalu dalam
keadaan seimbang.
Akuntansi yang menggunakan angka
Arab diperkenalkan oleh seorang pendeta Luca Pacioli dalam bukunya yang
berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica
Proportioni et Proportionalia. Konsep ini kemudian diterjemahkan ke dalam
Bahasa Inggris sehingga berkembang pesat di benua Eropa dan benua Amerika.
Pada abad ke – 20, perkembangan
akuntansi keuangan bergeser ke wilayah Amerika yang memiliki pertumbuhan
ekonomi sangat pesat. Sejalan dengan perkembangan teknologi, seperti
program-program akuntansi berkomputer semakin banyak.
2.
Aspek Epistemology Dalam Ilmu
Akuntansi
Dalam
aspek epistemology ilmu akuntasi menggunakan berbagai matode sesuai
kebutuhannya. Contohnya matode induktif digunakan pada saat pengambilan
keputusan dengan melihat laporan tersebut, pihak berwenang akan menyimpulkan
langkah apa yang akan di ambil. Matode positivism digunakan ketika akan membuat
sebuah laporan keuangan harus menggunakan data yang ada atau yang te;ah di
ketahui degas bukti yang akurat berupa nota, dll.
Perbedaan
antara pembukuan dan akuntansi yaitu proses akuntansi memasukkan fungsi fungsi
pembukuan sedangkan pembukuan hanya melibatkan pencatatan peristiwa ekonomi.
Jadi pembukuan merupakan bagian dari proses akuntansi.
Akuntansi
di bagi menjadi akuntansi keuangan (bidang akuntansi yang menyediakan informasi
keuangan dan perekonomian bagi investor, kreditor dan pengguna eksternal
lainnya) dan akuntansi managerial (bidang akuntansi yang menyediakan informasi
keuangan dan perekonomian bagi para manajer dan pengguna internal lainnya)
Hal hal yang di perhatikan dalam
menganalisi sebuah transaksi, adalah
·
Setiap transaksi dianalisis
berdasarkan pengaruhnya pada 3 komponen (asset, kewajiban dan ekuitas pemilik)
dalam persamaan akuntansi dasar dan jenis jenis hal spesifik dalam setiap
komponen.
·
Dua sisi persamaan harus selalu sama
atau seimbang, yaitu sisi asset dan sisi kewajiban di tambah ekuitas pemilik.
·
Penyebab terjadinya setiap perubahan
dalam klaim pemilik atas asset di tunjukkan dalam ekuitas pemilik
Persamaan akuntansi dasar adalah asset = kewajiban +
ekuitas pemilik.
3.
Aspek
Axiology Dalam Ilmu Akuntansi
Dalam
ilmu akuntansi, Hal yang menjadi alasan etika menjadi salah satu konsep bisnis
yang mendasar, yaitu karena Etika adalah standar perilaku yang menjadi
penilaian benar atau salahnya suatu tindakan. Sehingga tiap individu dapat
melakukan aktivitasnya secara efektif dan menghindari penyimpangan yang terjadi
dalam suatu bisnis perusahaan tersebut.
Pengguna data akuntansi yaitu
·
pengguna internal informasi akuntansi,
yaitu para manajer (manajer pemasaran, supervisor produksi, direktur keuangan,
dan pejabat perusahaan) yang merencanakan, mengorganisasikan, dan mengelola
bisnis. Mereka bertanggung jawab atas ketersediaan kas untuk membayar tagihan,
memprediksi biaya produksi untuk tiap unit produksi, memperkirakan peluang
terjadinya kenaikan gaji bagi karyawan dalam satu tahun periode, dan
menganalisis produk apa yang menguntungkan untuk di produksi perusahaan
tersebut. Laporan laporan keuangannya adalah laporan perbandingan keuangan dari
alternative operasional, proyeksi laba dari suatu event penjualan perusahaan
tersebut, prediksi kebutuhan kas untuk tahun periode selanjutnya.
·
pengguna eksternal informasi
akuntansi, yaitu para investor ( pemilik perusahaan menggunakan informasi
akuntansi untuk membuat keputusan membeli, menahan atau menjual sahamnya ),
para kreditor ( pemasok atau banker menggunakan informasi akuntansi untuk
mengevaluasi resiko pemberian kredit atau pinjaman ). Mereka bertanggung jawab
terhadap masalah berupa besarnya laba yang didapat oleh perusahaan tersebut,
membandingkan ukuran dan jumlah keuntungan degas pesaingnya, memperkirakan
kemampuan perusahaan dalam pelunasan utang utangnya saat jatuh tempo.
Manfaat
akuntansi (hal yang relevan) dalam suatu pekerjaan adalah :
·
Akuntan swasta meliputi akuntan umum
(mencatat transaksi setiap hari dan membuat laporan keuangan/ informasi lain
yang berkaitan), akuntan biaya (menentukan biaya dalam memproduksi suatu produk
tertentu), penganggaran (menguantifikasi sasaran pendapatan, harga pokok
penjualan, dan beban operasi), system informasi akuntansi (merancang system
pemrosesan data secara manual atau komputerisasi), audit internal (meninjau
operasi perusahaan agar sesuai degas kebijakkan manajemen dan mengevaluasi
efisiensi operasi).
·
Akuntan nirlaba membutuhkan
pelaporan dan pengendalian keuangan yang baik agar dapat menyinambungkan
dukungan yang akan diberi.
·
manajemen umum membutuhkan pemahaman
akan ilmu akuntansi untuk pengambilan keputusan bijak bagi perusahaannya.
·
Pemasaran membutuhkan pemahaman akan
ilmu akuntansi untuk memahami strategi yang menentukan keberhasilan tenaga
penjualan dan melakukan kuantifikasi terhadap biaya dan keuntungan.
·
Akuntan public melibatkan
pengauditan untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan dan menyaktakan opini
mengenai kewajaran penyajian suatu laporan keuangan.
·
Perpajakan (otoritas perpajakkan,
akuntan pajak) melakukan perencanaan pajak perusahaan dan pemberian saran
perpajakkan, membuat surat setoran pajak, dan mewakili klien ketika bertemu
pegawai di kantor pajak.
·
Konsultasi manajemen melakukan
pembuatan system akuntansi dasar untuk membantu perushaan dalam mengambil
keputusan.
·
Keuangan (banker, penganalisis
investasi, pialang saham) membutuhkan pemahaman ilmu akuntansi untuk nmemeriksa
dan menganalisis laporan laporan keuangan.
·
Real estat (makelar/ penjual
properti) membutuhkan pemahaman ilmu akuntansi untuk memahami angka angka
terkait dan masalah berupa apakah pembeli dapat melakukan pembayaran ke bank?,
apakah arus kas suatu property industry dapat di benarkan harga pembeliannya?,
dan apakah manfaat pajak bagi pembeli?.
·
Kelompok lain yang menggunakan
informasi akuntansi adalah badan badan pembuat peraturan, pelanggan, serikat
pekerja, dan perencana perekonomian.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Akuntansi berkembang
menjadi penelitian yang lebih inovatif Sebagian besar mendefnisikan akuntansi
sebagai proses penyusunan informasi keuangan. Akuntansi berasal dari bahasa
Inggris yakni, Accounting yang dalam
bahasa Indonesia berarti menghitung atau mempertanggungjawabkan. Hirarki ilmu
akuntansi pun berkembang dari sesuatu yang konvensional menjadi teknologi
pencatatan yang menunjang kinerja suatu organisasi.
Perkembangan akuntansi dari masa ke masa dilihat dari sisi pragmatisme pada proses tersebut. Hal ini juga didukung dengan pengembangan ilmu akuntansi yang memberikan kemudahan bagi pengelola dan penggunanya. Perkembangan ilmu akuntansi sejatinya juga harus didukung dengan nilai-nilai normatif manusia agar tidak memisahkan paradigma universalitas manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Lindrianasari
dan Luciana Spica Almilia.2010.Filsafat Ilmu dan Akuntansi. Penerbit
Kanisius.Yogyakarta
Siswomihardjo,
Koento, W. Sejarah Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni: Suatu
Tinjauan dari Perspektif Filosofis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar