Teori Kontinjensi
Menurut teori,
sistem yang terbuka pada suatu perusahaan sangat berkaitan dengan interaksi
untuk penyesuaian dan pengendalian terhadap lingkungan guna kelangsungan hidup
usaha. Teori kontinjensi mempunyai suatu postulat bahwa efektivitas suatu
organisasi dalam mengatasi ketidakpastian lingkungan merupakan unsur-unsur dari
berbagai subsistem yang dirancang guna memenuhi tuntutan lingkungan yang saling
berhubungan. Suatu sistem pelaporan keuangan perusahaan adalah salah satu dari
subsistem tersebut. Teori kontinjensi merupakan alat pertama dan yang paling
terkenal untuk menjelaskan berbagai variasi dalam struktur organisasi.
Munculnya Perumusan Kontinjensi
Alasan untuk
mempertimbangkan adopsi terhadap teori kontinjensi akuntansi manajemen adalah
untuk digunakan sebagai alat yang dibutuhkan dalam menginterpretasikan hasil
riset empiris. Hal ini disebabkan keterbatasan dalam meninjau dan memahami
jenis hipotesis yang telah dikemukakan untuk menjelaskan penemuan yang
berlawanan. Hal ini juga menyatakan bahwa pekerjaan jenis ini tidak dengan
sendirinya mencakup perumusan kontinjensi yang semakin cepat, dan bahwa
diperlukan pengembangan paralel dalam teori organisasi guna mengembangkan suatu
penjelasan penting.
Pengaruh Hasil Empiris
Apabila diperoleh
hasil yang tidak memuaskan maka masalah tersebut harus dipecahkan dalam
kerangka universal yang telah menjadi sumber stimulus bagi pengembangan
perumusan kontinjensi. Konsep, seperti teknologi, struktur organisasi, dan
lingkungan telah dilibatkan untuk menjelaskan mengapa sistem akuntansi
membedakan antara satu situasi dengan situasi yang lain.
Efek Teknologi
Variabel
kontinjensi terpanjang dan yang paling sederhana digunakan dalam akuntansi manajemen
adalah teknologi produksi. Jenis teknik dan proses produksi yang berbeda telah
memengaruhi desain sistem akuntansi internal walaupun harus dicatat hal
tersebut muncul sebagai alat untuk menjelaskan perbedaan dengan apa yang
dianggap sebagai konfirmasi empiris dari teori organisasi klasik. Sifat alami
dari proses produksilah yang menentukan jumlah alokasi biaya dan biaya tidak
didistribusikan langsung secara merata. Teknologi produksi memiliki pengaruh
yang penting terhadap jenis informasi akuntansi yang disajikan. Hal ini
memunculkan aspek selain teknologi yang berpengaruh atas informasi yang harus
disediakan untuk mencapai efektivitas. Sebagai contoh, kompleksitas dari tugas
yang dihadapi oleh suatu organisasi berkaitan dengan struktur pengendalian
biaya yang sesuai.
Efek dari Struktur Organisasi
Ada bukti
menyatakan bahwa struktur organisasi memengaruhi cara dengan mana informasi
penganggaran digunakan paling baik. Hopwood membedakan antara batasan anggaran
(budgeti-condtrained), yaitu situasi dimana penggunaan informasi akuntansi
dalam anggaran menjadi satu-satunya faktor yang paling penting dalam evaluasi
atasan terhadap para bawahan, dan kesadaran laba (profit-conscius), yaitu gaya
yang juga mempertimbangkan efektivitas dan jangka waktu yang lebih panjang.
Studi Hopwood menunjukan bahwa gaya batasan anggaran bersifat kaku.
Studi Hopwood
didasarkan pada pusat tanggung jawab (biaya) di pabrik baja terintegritas,
sehingga mempunyai saling ketergantungan yang luas antara bagian yang satu
dengan yang lainnya. Studi Otley melibatkan pusat tanggung jawab (laba) pada
industri penambangan batu bara, yang karena alasan yang praktis, tidak saling
tergantung satu sama lain. Studi awal menunjukan bahwa penggunaan yang kaku
dari ukuran pencapaian tidaklah sesuai jika terdapat saling ketergantungan yang
luas. Penggunaan gaya anggaran yang sesuai bergantung pada derajat tingkat
saling ketergantungan yang ada diantara pusat tanggung jawab yang terlibat.
Efek Lingkungan
Faktor lingkungan
juga dilibatkan untuk menjelaskan perbedaan dalam penggunaan informasi
akuntansi. Pengaruh persaingan yang dihadapi oleh perusahaan yang memakai
manajemen pengendalian menyimpulkan bahwa kesempurnaan akuntansi dan sistem
pengendalian dipengaruhi oleh intensitas persaingan yang dihadapi. Lebih lanjut
lagi, jenis persaingan yang berbeda mempunyai dampak sangat berbeda terhadap
penggunaan pengendalian akuntansi dalam perusahaan manufaktur. Dengan
membedakan antara operasi (lingkungan dimana adalah sulit bagi seseorang
manajer unit untuk menunjukanlaba akuntansi) dan operasi liberal (lingkungan
yang relatof lebih mudah untuk memelihara operasi yang menguuntungkan) dapat
ditunjukan bahwa para manajer senior menggunakan informasi anggaran untuk
mengevaluasi pencapaian manajerial yang sangat berbeda dalam kedua situasi
tersebut.jika ketelitian anggaran dianggap sebagai suatu corak yang diinginkan
dari sistem akuntansi, maka gaya penggunaan anggaran yang berbeda diperlukan
untuk mencapai anggaran akurat terhadap lingkungan.
Pengaruh Teori Organisasi
Ketiga contoh
terdahulu telah mengindikasikan sebagian dari variabel yang mengakibatkan
perbedaan dalam penggunaan dan desain dari sistem akuntansi. Ketiga variabel
kontinjensi adalah teknologi umum, struktur organisasi, dan lingkungan telah
digunakan sebagai contoh ilustratiif karena ketiganya telah mengembangkan teori
kontinjensi akuntansi manajemen teoretis. Gerakan ini merupakan pendekatan
universalistis terhadap pendekatan akuntansi manajemen yang menjadi mode pada
tahun 1970an. Kelebihan dari pendekatan ini tidak dapat dijelaskan hanya oleh
tekanan penemuan empiris yang berusaha untuk menemukan teori yang bersifat
menjelaskan. Faktor utama lain yang memengaruhi teori kontinjensi akuntansi
manajemen yang terjadi lebih dahulu.
Variabel-variabel Dasar Kontinjensi dan Hubungannya
Variabel Sosial
Perdebatan para
ahli dalam kerangka teoretis yang mendasari riset komparatif tentang akuntansi
internasional berada dalam perspektif kontinjensi. Pada umumnya, studi ini
lebih banyak menggunakan bentuk pengujian atas perbedaan perbedaan dalam
praktik pelaporan keuangan tertentu diantara berbagai negara atau atas sistem
akuntansi nasional. Dalam kedua kasus tersebut, hasil yang umumnya diperoleh
dalam suatu kesimpulan yang menghubungkan perbedaan atau persamaan, baik dalam
hal sosial, politik maupun ekonomi. Teori dalam praktik pelaporan disetiap
negara dipengaruhi oleh variabel-variabel sosial tertentu.
Variabel-variabel sosial terdiri dari beberapa faktor
yang terutama terdapat di semua perusahaan dalam suatu negara yang merupakan
hal pokok yang bervariasi pada setiap negara.
Lingkungan
Lingkungan
perusahaan merupakan konsep dalam hubungannya dengan ketidakpastian.
Karakteristik tersebut mempunyai sedikitnya dua dimensi yang terdiri atas: a)
dimensi stabil-dinamis, dan b) dimensi homogen dan heterogen. Hal ini sesuai
dengan struktur organisasi dan aplikasinya adalam akuntansi manajemen. Dimensi
stabil dan dinamis ditandai dengan tingkat keputusan faktor perubahan
lingkungan internaldan eksternal yang pada dasarnya sama dari waktu ke waktu
dalam proses yang berkesinambungan. Adapun dimensi homogen-heterogen daoat
digambarkan dalam hubungannya dengan tingkat keputusan di mana faktor
lingkungan sebagai alternatif dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar.
Faktor-faktor yang ada di dalam lingkungan perusahaan dapat dibedakan dalam
suatu rangkaian ketidakpastian dari yang dapat diramalkan sampai yang tidak
dapat diramalkan.
Hal yang diperlukan
dalam suatu riset adalah pertimbangan yang menyatakan bahwa ketidakpastian
lingkungan tertentu memengaruhi struktur
organisasi dan desain sistem akuntansi manajemen.
Atribut Organisasi
Terdapat beberapa
konsep yang membingungkan dalam literatur teori kontinjensi terutama mengenai
perbedaan antara variabel lingkungan dan atribut organisasi. Hal ini dapat
menimbulkan berbagai kesulitan yang tidak dapat dipisahkan dalam mendefinisikan
atau menjelaskan suatu organisasi. Pembahasan ini tidak bertujuan untuk
memberikan suatu penyelesaian suatu masalah. Atribut organisasi tetap merupakan
konsep yang berkaitan dengan penyediaan dan pengorganisasian sumberdaya
perusahaan meliputi ukuran organisasi, teknologi dan lain sebagainya.
Besaran suatu
organisasi merupakan konsep dari ukuran yang ada didalamnya, seperti jumlah
karyawan, tingkat perputaran penjualan, nilai aset bersih atau modal yang
digunakan, dan lain sebagainya yang pada umumnya saling berhubungan. Teknologi
telah menjadi konsep penting. Terdapat tiga skala penggunaan teknologi dalam
meningkatkan kompleks teknis yaitu unit dan kelompok kecil, kelompok besar dan
massa, dan proses produksi.
Karakteristik Pengguna
Para pengguna
dapart digambarkan sebagai individu yang menggunakan data yang terdapat dalam
laporan perusahaan, dan memiliki suatu kepentingan atau sedang dalam pengambilan
keputusan keuangan. Suatu bukti riset yang harus dipertimbangkan oleh para
pengguna adalah alternatif yang berbeda untuk informasi dan kemampuan proses
yang ditimbulkan oleh perbedaan dalam model keputusan, gaya pengambilan
keputusan, dan sifat yang diturunkannya.
Pada kenyataannya ,
dalam literatur mengenai pengolahan informasi manusia dalam rangka pengambilan
keputusan menyatakan bahwa setiap individu mempunyai model keputusan yang
berbeda. Konsep gaya pengambilan keputusan mempunyai enam dimensi berikut: a)
analisis keputusan berbeda dengan pengambilan keputusan intuitif, perbedaan
dalam horizon waktu, c) bentuk pengulangan yang mengacu banyak faktor dalam
pertimbangan pengambilan keputusan, d) kemampuan untuk beradaptasi dalam
keadaan yang berubah-ubah, e) proaktif vs reaktif, dan f) kemampuan strategis
dalam hubungannya dengan pertimbangan di antara keputusan yang sesuai dengan
tujuan dan strategi perusahaan.
Atribut Sistem Pelaporan Keuangan Perusahaan yang
Dipengaruhi Variabel Kontinjensi
Karakteristik
sistem pelaporan keuangan perusahaan terdiri atas suatu contoh yang dirancang
untuk masing-masing unsur utama pelaporan perusahaan. Unsur-unsur tersebut
adalah :
1. Pengungkapan, penggolongan, presentasi,
penilaian, dan kebutuhan pengukuran dari nergara-negara yang berbeda. Hal ini
mungkin dipengaruhi oleh metode kepemilikan rata-rata produksi, tingkat dan
konsentrasi kepemilikan pribadi, pola pendanaan perusahaan, penggunaan
informasi akuntansi dalam perencanaan dan pengendalian ekonomi dan lain
sebagainya.
2. Frekuensi pelaporan dalam jumlah variasi
pengungkapan dari informasi laporanyang bersifat sementara, metode pengukuran
peristiwa (ukuran keuangan dan non keuangan), metode alokasi biaya (yaitu biaya
dan kapitalisasi, periode mortisasi, dan lain-lain), unsur waktu dari infoemasi
(peramalan), tingkat agegasi dan desentraliasi (akun gabungan dan pelaporan
yang terdiri dari beberapa bagian), dan pengungkapan tentang tujuan dari
pelaporan khusus (seperti laporan nilai tambah, laporan ketenagakerjaan, dan
format laporan lain dari akuntansi sosial).
3. Metode pelaporan (misalnya laporan,
tabel, dan diagram) kompleksitas teori, dan pelaporan dengan tujuan khusus
tertentu, seperti tanggung jawab yang sederhana. Atribut ini dihubungkan dengan
karakteristik pengguna dan sumber informasi yang lain.
Isi Teori Kontinjensi
Studi Empiris
Terdapat studi
empiris dalam area akuntansi yang dengan tegas mengadopsi pendekatan
kontinjensi sebelum mengumpulkan data. Lebih lanjut lagi, dua di antara dari studi
utama menggunakan faktor metodologi analisis yang memandang permasalahan dalam
penafsiran dan perbandingan. Penafsiram sulit dilakukan karena faktor dari
variabel asli yang mendasari konsep teoretis dalam lompatan intuitif yang
dibuat oleh peneliti tersebut. Tentu saja, perbedaan yang sangat kecil dalam
kesalahan acak pada pengukuran mengakibatkan diperolehnya faktor yang sangat
berbeda, sehingga membuat perbandingan antar studi yang berbeda hampir
mustahil. Walaupun analisis faktor adalah metode yang bermanfaat sebagai dasar
dimensi bahwa penggunaan kritik akan terbatas pada akumulasi pengetahuan lebih
lanjut.
Bruns dan
Watrehouse membantah bahwa perilaku manajer berkaitan dengan anggaran merupakan
kontinjensi atas berbagai aspek struktur organisasi, seperti pemusatan,
otonomi, dan derajat tingkay aktivitas yang tersusun. tulisan ini menyimpulkan
bahwa pengendalian strategi yang berbeda bergantung pada jenis organisasinya.
Perumusan Teoretis
Sebagai tambahan
terhadap pekerjaan yang berdasarkan spekulasi teoretis menyangkut sifat alami
dari teori kontinjensi sistem informasi akuntansi, Gordon dan Milner berusaha
untuk menyediakan kerangka menyeluruh bagi perencanaan Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) yang mempertimbangkan kebutuhan spesifikasi organisasi yang
luas dalam teori organisasi. Kebijakan manajemen dan akuntansi untuk
mengidentifikasi variabel adalah penting bagi pencapaian organisasi.
Lingkungan, gaya pengambilan keputusan dan karakteristik organisasi diusulkan
sebagai variabel kontinjensi yang terpenting. Masing-masing variabel
kontinjenti tersebut dihubungkan dengan kondisi-kondisi yang sesuai dengan
variabel SIA. Walaupun pertanyaan SIA didesain untuk menghadapi lingkungan,
organisasi dan kondisi-kondisi gaya pengambilan keputusan, perlu dicatat bahwa
terdapat tiga pola dasar perusahaan dan pengelompokan variabel kontinjensi yang
khas. Bagaimanapun dua contoh tersebut mempunyai usulan mengenai karakteristik
yang tidak diinginkan yang dapat diperbaiki dengan pemanfaatan sesuai SIA.
Tidak terdapat pertimbangan eksplisit dari efektivitas dan sasaran tujuan
organisasi dan keunggulan yang nampak sepertinya didasarkan pada akal sehat dan
bukannya kerangka teoretis eksplisit.
Suatu pendekatan
lebih lanjut sedikit berbeda secara alami karena ditulis oleh mahasiswa yang
belum lulus sistem perencanaan dan pengendalian manajemen. Tidak ada formula
yang diberikan, melainkan hanya pendekatan kearah desai sistem yang
direkomendasikan dan berbagai kontinjensi yang dikenali. Argumentasinya bahwa
desain apapun dari sistem perencanaan dan pengendalian khususnya bergantung
pada :
a. Sasaran khusus yang dicapai dalam
konteks sasaran tujuan organisasi.
b. Format tingkat dan perbedaan
desentralisasi tertentu yang dipilih (yaitu struktur organisasi).
c. Proses tunggal dan gabungan yang
dikendalikan oleh sub unit-sub unit dan derajatnya, apakah tidak tersusun atau
tersusun (yaitu jenis teknologi)
d. Jenis gaya manajerial yang digunakan oleh
para manajer senior.
Kerangka Evaluasi Teori Kontinjensi
SIA hanya meliputi
salah satu bagian dari struktur pengendalian organisasi. Suatu strategi
pengendalian organisais akan melibatkan pertimbangan desain organisasim, sistem
informasi manajemen, dan sistem perencanaan dan pengendalian. Tentu saja, hal
ini mungkin terlihat sama dengan subtitusi parsial yang ditandai oleh
pernyataan perasaan para manajer industri tertentu bahwa SIA yang digunakan
dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan dalam desain organisasi. Dengan adanya
kekurangan tersebut, dibentuklah teori kontinjensi SIA diluar konteks dari
keseluruhan paket pengendalian organisasi yang nyata. Pertana, apa yang
mendasari SIA, sehingga berpengaruh baik terhadap apa yang dilakukan oleh
organisasi untuk mencapai tujuannya dan proses pengendalian lain yang kkomplementer
terhadap SIA. Kedua, terdapat jangkauan menyeluruh dari faktor yang akan
memengaruhi pencapaian organisasi, dan bahwa hal itu akan mengendalikan
strategi dan struktur, serta menyatakan mengenai produk pasar dan pengaturan
antarorganisasi. Pengaruh SIA terhadap riset kelihatannya relatif kecil.
Akhirnya, pertu ditentukan faktor apa yang mendasari pencapaian organisasi yang
efektif dengan menggunakan perbandingan antara sasaran hasil organisasi dengan
standar. Terdapat berbagai kesulitan substansial dalam pengukuran efektivitas
organisasi yang penting begi ukuran tersebut untuk mengembangkan teori
kontinjensi secara benar.
Implikasi Untuk Riset
Akuntansi sebagai Bagian dari Sistem Pengendalian
Studi efektivitas
sistem informasi akuntansi manajemen berhubungan dengan studi dari berbagai
mekanisme pengendalian yang digunakan oleh organisasi untuk memengaruhi
perilaku anggota mereka dan hubungan mereka dengan lingkungan eksternal. Sulit
untuk memisahkan efek dari SIA dari pengendalian lainnya. Semuanya bertindak
sebagai suatu paket dan harus ditaksir bersama-sama. Fakta ini memperluas
lingkup tentang penyelidikan dan pengindikasian cakupan aktivitas kendali dalam
daftar penyusunan pengendalian. Sistem imbalan adalah suatu penghilang terkemuka.
Selain itu jenis pengendalian berbeda dapat digunakan untuk mencapai tujuan
yang berbeda. Mekanisme pengendalian untuk berbagai tujuan akan menjadi sulit,
jika tidak mungkin, untuk mengisolasi efekdari alat pengendalian spesifik.
Mungkin, riset awal dari strategi untuk mengidentifikasi kombinasi pengendalian
terutama sekali ditujukan untuk keadaan tertentu.
Jadi, variabel
kontinjensi yang terkait dengan desain organisasi dalam akuntansi manajemen
adalah penting. Klarifikasi konseptual lebih berada pada pemanfaatan
kerangkasistem kontrol. Walaupun model mekanik kendali sederhana tidak dapat
secara langsung deberlakukan bagi organisasi,terdapat empat karakteristik
proses yang penting bagi pengendalian organisasi efektif yaitu :
1. Spesifikasi suatu sasaran.
2. Pengukuran tingkat pencapaian sasaran.
3. Model yang bersifat prediktif terhadap
kemungkinan tindakan hasil pengendalian.
4. Kemampuan dan motivasi untuk bertindak.
Efektivitas Organisatoris
Penggunaan kerangka
pengendalian menguatkan peran efektivitas organisasi dan perhatian pada sasaran
hasil organisasi. Sasaran hasil adalah suatu bagian penting dari kerangka
kontinjensi disamping satu variabel kontinjensi yang mungkin memenuhi sifat
alami sistem akuntansi yang membentuk ukuran perbandingan dengan efek dalam
bentuk pengendalian berbeda yang harus dievaluasi. Dalam rangka mengasosiasikan
sistem akuntansi dan kontinjensi tertentu harus dibuat pedoman mengenai dampak
sistem akuntansi dalam membantu pencapaian organisasi.
Metodologi Riset
Pendekatan
kontinjensi berhadapan dengan struktur alat pengendalian yang sangat
berhubungan, dimana SIA merupakan satu kesatuan,membenuk satu pengendalian
organisasi yang teratur.banyak dari dibuat hipotesis variabel yang memengaruhi
desain SIA untuk menjelaskan perbedaan struktur organisasi. Keadaan ini
tidaklah realistis untuk metode analisis statistik yang tidak menguraikan pola
teladan interaksi secara kompleks. Peneliti harus mempunyai keterlibatan
semakin dekat dalam pengembangan hipotesis seperti hubungan organisasi. Selain
itu hubungan sebab akibat menjadi jauh lebih penting dibandingkan dengan
asosiasi,dimana interaksi variabel diamati dari waktu ke waktu, sehingga
menjadi lebih dihargai dibandingkan studi lintas bagian. Studi longitudinal
juga mampu menjelaskan proses dengan mana sistem akuntansi dikembangkan dan
diubah sebagai jawaban atas tekanan organisasi.
Campbell mengambil
pelajaran dari riset mengenai efektivitas organisasi dan menyimpulkan bahwa: 1)
adalah kontra-produktif untuk mengikuti pendekatan multivariasi dalam
pengembangan ukuran efektivitas, 2) untuk sasaran dari efektivitas organisasi
adalah suatu tugas yang hampir pasti gagal, dan 3) kekeliruan dalam memusatkan
perhatian pada riset terhadap sumber daya yang langka guna mengembangkan ukuran
berorientasi hasil yang berfungsi dalam organisasi, seoerti rasio modal laba,
produktivitas dan semacamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar